Oh ya, tadi siang walikelas gw ngumumin beberapa peraturan baru di sekolah. Yang paling menarik adalah tentang kendaraan. Jadi, sebelum tempat parkir motor yang ada disediakan di luar sekolah penuh, ga ada motor yang boleh parkir di lapangan. Dan, ga boleh ada motor yang dinyalakan waktu masuk areal sekolah :) jadi no more asap knalpot di lapangan!hoorray :))
Ada juga peraturan yang ga banget :( 5menit setelah guru masuk kelas, murid ga boleh masuk kelas, errrr bahkan setengah jam setelah guru masuk, gw masih jajan di kantin,ugh.
Senin, 16 Februari 2009
RULES:(
Diposting oleh Rati Afina di 15.51
Rabu, 04 Februari 2009
SAYANG?
Kadang-kadang gw mikir, apa ya artinya sayang?
Gw mulai mengerti secara konkrit tentang sayang keluarga, bahwa merekalah orang yang paling jujur tanpa kepentingan apapun. Gw juga mulai mengerti tentang sayang teman, mereka obat merah-ku saat terluka dan bagian dari tawa-ku disaat senang. Tapi diluar itu, gw cuma bisa meraba dan memperkirakan. Kadang, waktu gw mulai melabelkan kata suka ke seseorang, label itu susah berganti ke sayang. Gini lho, kalau kita merasa jenuh dan bosan, namanya bukan sayang kan? Kalau kita merasa malu akan perilakunya dan cepat ilfeel, itu jelas-jelas bukan sayang, iya kan?
Diposting oleh Rati Afina di 20.39
Akhir-akhir ini rasanya hidup gw ga ada maknanya..
Bangun tidur langsung belajar, mandi, makan, sekolah, ulangan, les,ngerjain tugas, belajar buat ulangan,tidur, bangun, langsung belajar lagi :(
Diposting oleh Rati Afina di 20.37
Selasa, 03 Februari 2009
what should i be?
Akhir-akhir ini topik tentang perguruan tinggi mulai banyak dibicarakan, termasuk di lingkungan temen-temen gw. Tapi karena gw (Alhamdulillah) masih kelas XI, topik ini masih dibicarakan dengan tenang, penuh pertimbangan walaupun tetap menggebu-gebu ;)) Kebanyakan sih bingung dengan pilihan jurusan masing-masing. Saling timbang, mana yang paling mungkin dimasukki dan prospek pekerjaannya bagus. Adakah yang memperdulikan apa yang mereka sukai?Mungkin ada.
Beberapa hari yang lalu, gw pergi ke rumah temen buat ngerjain tugas kelompok, yang akhirnya malah menghabiskan waktu untuk ngobrol soal cita-cita.
Buat gw, jurusan yang gw ambil di perguruan tinggi adalah bidang yang gw senangi. Entah kenapa, tapi pada titik ini, gw mulai berfikir egois bahwa inilah saatnya untuk belajar pelajaran yang gw suka. Ga seperti SD, SMP dan SMA dimana kita harus melahap habis belasan pelajaran sampai bosan (mungkin karena itu, justru di SMA gw ga menyukai pelajaran apapun, gw cuma mau nilai) Yah, mungkin ketika gw akhirnya masuk Psikologi (AMIN :D) ga semua mata kuliah bakal gw senangi, tapi gw akan cukup puas karena gw tahu itu konsekuensi yang harus ditanggung atas pilihan yang gw buat.
Satu hal yang membuat gw merasa amat sangat bersyukur, ketika orangtua gw membebaskan gw memilih tanpa embel-embel pekerjaan. Satu hal (yang mungkin terlalu idealis) yang gw dapet dari nyokap gw adalah: belajar bukan semata-mata untuk mencari uang di kemudian hari, tapi lebih kepada tujuan "mendidik" diri sendiri dan memenuhi dahaga bathin dengan ilmu. Meskipun tetap ada kecemasan tentang itu, tapi pada dasarnya gw percaya bahwa rezeki memang sudah diatur dengan rapih dan adil. Lagipula kita ga bisa memprediksi pekerjaan apa yang akan menghasilkan banyak uang dalam beberapa tahun mendatang kan?Gw pengen kalau nanti gw kerja, gw bekerja dengan senang hati dan ga semata-mata mengharapkan uang tapi juga kepuasan bathin.
Apapun pilihan kita, apapun "vonis" yang sudah dijatuhkan orangtua tentang pilihan kita, pastikan kalau kita bahagia dengan pilihan itu ;)
Diposting oleh Rati Afina di 14.42
Pernah ga kamu merasa banyak banget hal yang harus diselesaikan sementara waktu kamu amat sangat sedikit?
Pernah ga kamu merasa ada ribuan ton beban dan masalah di pundak kamu tanpa kamu bisa ceritain itu ke orang lain?
Pernah ga kamu merasa kalau orang lain menganggap kamu amat sangat BAIK-BAIK saja padahal kenyataannya bertolakbelakang sekali?
Dan yang paling penting; pernahkah kamu merasa lega saat sudah melupakannya padahal di dalam hati kamu menyadari bahwa usahamu selama ini sia-sia dan upaya apapun itu hanyalah upaya untuk melupakannya dan itu mengacaukan semuanya, semua pikiran dan statement yang sudah dibuat matang di otakmu?
Coba kasih pertanyaan-pertanyaan itu ke gw dan akan gw jawab YA
Pertama, haloooooo gw ini manusia yang juga punya waktu istirahat dan butuh ketenangan
Kedua, ada dua kemungkinan dalam masalah ini: kemungkinan pertama, ga ada orang yang mau untuk mendengarkan. Kemungkinan kedua, mungkin ada yang bersedia mendengarkan dan menganggap masalah gw kecil dan sia-sia, wtf
Ketiga, ya! Apa kalian tahu?hidup gw ga selamanya senang dan ceria (walaupun keliatannya kayak gitu—seenggaknya itu yang dibilang beberapa orang ke gw) Gw punya fikiran-fikiran aneh dan buruk yang bisa biking gw ngerasa “hell yeaaaaaah it is my real life?”
Keempat, betapa menyesalnya gw ketika sadar bahwa usaha upaya yang gw lakukan beberapa tahun belakangan tidak berhasil sama sekali dan malah membuat gw semakin tertekan. Label suka yang ditempelkan ke beberapa orang ternyata cuma upaya untuk melupakan dan menghancurkan memori. Tapi nyatanya, itu justru malah bikin dia semakin nyata buat gw. Ini ganjaran dari penyesalan gw, ya.
Diposting oleh Rati Afina di 14.19
Jumat, 30 Januari 2009
Kuberlari tak tentu arah. Mencari dirimu di setiap sisi hidupku. Menggali kenangan yang masih tersisa. Ketika kusadar bahwa ini tak akan berhasil, aku menyerah dan mencari jiwa yang lain. Tanpa sadar bahwa ini hanya upaya untuk melupakanmu.
Aku tersiksa, tersakiti oleh karma atas sesalku sendiri.
One day, I read a quotation : Bagian tersulit saat mecintaimu adalah ketika melihatmu mencintainya.
And I realize, that is true. Really true ;D
Diposting oleh Rati Afina di 21.18
Anggap aja cerita gw cuma khayalan..
Suatu hari ada yang pernah bilang ke gw kalau dia mau nyomblangin temennya--selanjutnya kita sebut si Y, dengan seorang cowok--selanjutnya kita sebut si B, dan gw langsung bertanya dengan bingung "bukannya dia udah punya pacar ya?" dan teman gw menjawab "si B kan tajir, jadi si Y mau, biasalaaah" dengan muka yang amat sangat tidak biasa. Akhirnya si Y jadian dengan si B.
Hingga pada suatu hari, gw ngobrol sama teman si B-- kita sebut dia C. Si C cerita ke gw bahwa betapa cocoknya si Y dan B. Gw yang udah lama ga denger berita tentang mereka agak kaget waktu si C cerita. "Iya, dia sayang banget sama ceweknya, ceweknya juga begitu, dia langsung cinta banget waktu pertama kali ketemu"
Dan saat itu juga gw pengen ketawa sekaligus kasian. Ga mungkin juga gw bilang "hey, padahal kan si Y cuma mau duitnya si B doang". Gw cuma mau positive thinking bahwa si Y khilaf dan benar-benar sayang sama si B. Pada titik ini gw merasa seperti penonton sinetron tanah air :D
Diposting oleh Rati Afina di 21.01